Model Pemimpin Pelayan Yesus

Apa yang saya pelajari ketika saya mengesampingkan setiap model kepemimpinan lainnya yang saya baca atau saya dengar sebelumnya? Siapakah Yesus ini, yang dengan-Nya, saya menjalin kembali hubungan ketika saya melepaskan sepatu dan berjalan bersama-Nya melalui halaman-halaman Alkitab? Mari saya ceritakan pada Anda.

Pelajaran terpenting yang saya pelajari dari Yesus mengenai kepemimpinan adalah bahwa "Dia mengajar dan mewujudkan kepemimpinan sebagai pelayanan". Yesus adalah seorang pemimpin pelayan dalam arti sepenuhnya. Saya akan mendeskripsikannya sebagai orang yang melayani misi-Nya (dalam bahasa Alkitab: kehendak Bapa-Nya) dan memimpin dengan melayani mereka yang direkrut-Nya untuk melaksanakan misi tersebut.

BAGI YESUS, MISI TERSEBUT ADALAH MENJADI MESIAS

Dia dikirim untuk membawa keselamatan bagi dunia, sebagai satu-satunya utusan Tuhan. Dia menjalankan misi itu dengan hidup sebagai Mesias -- hamba yang menderita. Misi ini adalah segalanya bagi Yesus. Itulah tujuan dan arah bagi semua yang dilakukan-Nya saat berada di bumi, termasuk kematian-Nya.

BAGI YESUS, MODEL KEPEMIMPINAN ADALAH PELAYANAN

Dia tidak pernah melayani diri-Nya sendiri. Pertama-tama, Dia memimpin sebagai hamba bagi Bapa-Nya di surga, yang menetapkan misi-Nya. Jika kita memandang secara cermat kehidupan Yesus, kita melihat bahwa apa pun yang dilakukan-Nya adalah dalam rangka pelayanan-Nya terhadap misi ini. Misi pribadi-Nya bukanlah untuk melayani keinginan-Nya sendiri, melainkan untuk memenuhi kehendak Bapa-Nya. Dia mengatakan, "Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku" (Yoh. 6:38).

MISI DAN VISI

Apakah kehendak dari Bapa-Nya? Bagaimana keinginan itu diterjemahkan ke dalam misi kehidupan Yesus? Setidaknya tiga kali Yesus mengungkapkan apa yang kita sebut sebagai pernyataan misi.

  1. Ketika Yesus berdiri di sinagoge di kota kelahiran-Nya, Dia membaca pernyataan misi-Nya dari Yesaya: "Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, dan untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN" (Yes. 61:1-2; Luk. 4:18-19).
  2. Ketika Yesus berdiri di antara para murid-Nya lalu mendefinisikan keagungan dan menjadi seorang pemimpin dalam Kerajaan Allah, Dia menyampaikan pernyataan misi-Nya dengan cara ini: "Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Mar. 10:45).
  3. Ketika Yesus berdiri di rumah Zakheus, si pemungut pajak, Dia menyatakan dengan cara lain: "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Luk. 19:10).

Yesus mengungkapkan misi-Nya dengan baik untuk mendefinisikan siapakah Dia sebagai Mesias. Di mana dan bagaimana Dia memimpin, terlihat dari pengertian-Nya yang jelas mengapa Dia datang.

Jika Yesus adalah hamba bagi misi-Nya, Dia memimpin dengan visi tentang apa yang akan terjadi jika Dia menyelesaikan misi tersebut. "Apa yang akan terjadi" adalah visi-Nya mengenai panggilan Bapa-Nya terhadap hidup-Nya. Yesus memberitahu visi tentang seperti apa yang akan terjadi kepada pengikut-Nya, jika mereka memperkenankan Dia menjadi Mesias sebagaimana yang dikirim Al1ah. Yesus sering menjelaskan visi tentang apa yang akan terjadi sebagai "Kerajaan Allah/Surga". Yesus melukiskan gambaran kota-kota-Nya dalam bentuk cerita-cerita untuk menunjukkan kepada orang-orang visi Tuhan bagi kehidupan mereka. Cerita atau perumpamaan ini memungkinkan orang melihat implikasi dari Yesus sebagai satu-satunya yang dikirim Tuhan dalam kehidupan mereka. Injil Matius pasal 13 dan 25 merupakan koleksi dari cerita-cerita visi ini. Lukas 15 juga dipenuhi cerita-cerita tentang mengapa Yesus datang dan akan seperti apa kehidupan ketika cinta Tuhan mengendalikan hati manusia. Yesus memimpin yang lain dengan mengungkapkan visi, misalnya, bagaimana berbagai hal akan terjadi ketika Dia menyelesaikan misi-Nya.

TUJUH PRINSIP MEMIMPIN SEBAGAIMANA YESUS MEMIMPIN

Setelah berusaha memahami elemen gaya kepemimpinan Yesus, saya mencari prinsip-prinsip yang mendeskripsikan bagaimana Yesus memimpin dan apa yang dapat diterapkan kepada kebutuhan saya sebagai seorang pemimpin di antara umat Tuhan. Berikut ada tujuh observasi yang saya temukan, yang menjelaskan bagaimana Yesus memimpin sebagai seorang hamba.

  1. Yesus merendahkan diri-Nya sendiri dan memungkinkan Tuhan untuk mengagungkan-Nya.
  2. Yesus mengikuti keinginan Bapa-Nya, bukan mengejar suatu posisi.
  3. Yesus mendefinisikan kebesaran menjadi seorang hamba dan menjadi yang pertama sebagai seorang hamba, yang menjadikan diri-Nya untuk melayani.
  4. Yesus menempuh risiko dengan melayani orang lain karena Dia percaya bahwa Dialah Putra Allah.
  5. Yesus meninggalkan tempat-Nya di meja utama untuk melayani kebutuhan orang lain.
  6. Yesus saling membagi tanggung jawab dan wewenang dengan mereka yang dipanggil-Nya untuk melayani.
  7. Yesus membangun suatu kelompok untuk melaksanakan visi di seluruh dunia.

Tujuh observasi tentang bagaimana Yesus memimpin di atas adalah dasar bagi tujuh prinsip kita mengenai pemimpin-pelayan. Setiap prinsip berlandaskan suatu ajaran atau contoh dari Yesus selagi Dia menjalani misi-Nya dan memimpin mereka yang direkrut-Nya untuk bergabung bersama Dia. Sebelum Anda dapat memimpin sebagaimana Yesus dahulu memimpin, Anda dan saya harus melangkah melebihi apa yang saya sebut sebagai suatu "mentalitas meja utama".




kerja sambilan kerja sampingan manfaat rosela cara cari uang cari uang cari duit peluang cari duit peluang cari uang lowongan kerja terbaru lowongan pekerjaan rosela Yesus Kristus Tuhan Yesus pasang iklan gratis iklan gratis iklan baris pasang iklan iklan baris gratis formula jutawan jutawan online jutawan internet

Keilahian Yesus Kristus


Keilahian Yesus Kristus

Orang Kristen menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia. Pengajaran ini sangat penting. Jika pengajaran ini benar maka kekristenan unik dan otoritatif, jika tidak maka kekristenan tidak berbeda dengan agama-agama yang lain.

Prinsip dasar apologetika kekristenan mengenai keilahian Yesus Kristus adalah :
  1. Perjanjian Baru yang mencatat kehidupan, pengajaran, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus adalah dokumen yang dapat diandalkan (lihat artikel Keotentikan Naskah Perjanjian Baru).
  2. Yesus menyatakan bahwa Dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia.
  3. Yesus membuktikan bahwa Dia adalah Tuhan dengan menggenapi nubuat(ramalan) Perjanjian Lama, dengan hidup tanpa dosa, dengan mujizat-mujizat yang Dia lakukan, dan dengan kebangkitan-Nya dari kematian.
Dengan demikian Yesus Kristus adalah Tuhan.

Dalam artikelartikel/keotentikan_naskah_pb.php">Keotentikan Naskah Perjanjian Bakita mempelajari bahwa naskah Perjanjian Baru dapat diandalkan secara historis. Perjanjian Baru tidak hanya berisi sejarah secara garis besar, tetapi juga terbukti akurat secara mendetil. Pendengar dan saksi mata kehidupan Yesus meneruskan kisah dari perkataan dan hal-hal yang dikerjakan Yesus. Perkataan-perkataan Yesus tidak hanya diingat tetapi juga ditulis oleh saksi mata yang dapat diandalkan (Lukas 1:1-3).

Bersambung Selanjutnya Di :
Bukti Yesus adalah Tuhan

Semoga bermanfaat

Bukti Yesus Kristus adalah Tuhan


Bukti Yesus Kristus  adalah Tuhan
Haloo rekan rekan pada kesempatan ini saya memposting tentang bukti Yesus adalah Tuhan.
Kita yakin dan percaya bahwa Yesus kita adalah Tuhan dan raja kita, amin




PENYELIDIKAN PERNYATAAN YESUS SEBAGAI TUHAN

Ada banyak bukti yang mengungkapkan pernyataan Yesus mengenai keilahiannya, yaitu :
  1. Yesus menyatakan dirinya sebagai Jehovah (Tuhan dalam Perjanjian Lama)
  2. Yesus menyatakan sebagai mesias
  3. Yesus menerima penyembahan
  4. Otoritas perkataan-perkataan Yesus
  5. Yesus memerintahkan berdoa dalam nama-Nya
Yesus menyatakan diri sebagai Jehovah

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan menyatakan nama-Nya sebagai JHWH atau Jehovah. Dalam bahasa Indonesia ditulis sebagai TUHAN (kata 'tuhan' dengan huruf besar semua).
Misal dalam Keluaran 6: 2-3,
'Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.
Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yang Mahakuasa, tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri.'

Yesus Kristus Tuhan

Yesus Kristus adalah Tuhan



Yesus Kristus adalah Tuhan
Pada kesempatan kali ini saya ingin memposting tentang Yesus Kristus adalah Tuhan dan Raja, Amen
Saya bingung kenapa yah banyak banget orang-orang diluar Kristus yang selalu mencari-cari celah untuk memojokan orang Kristen?? Sebagai salah satu contoh adalah salah satu pengguna Friendster yang tiba-tiba muncul di Friendster saya. Sudah banyak tuduhan yang di tuduhkan nya kepada Tuhan Yesus yang semuanya itu sama sekali tidak masuk akal dan asal-asalan. Salah satu tuduhan yang paling bodoh yang pernah saya baca adalah tuduhan kalau Tuhan Yesus itu pernah menikah. Saya sempat tertawa membaca tulisan itu. selain kelihatan sekali kalau dia tidak mengerti Alkitab itu semakin menegaskan kalau dia itu hanya cari sensasi saja. Yah biarlah dia terus menyelidiki Alkitab kita dan terus menuduh yang bukan-bukan karena ini semakin menegaskan perkataan Tuhan Yesus dalam Injil Yohanes “Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu. (Yohanes 5:39)


A. Ajaran  Tentang Tuhan Yesus Kristus
Tuhan Yesus adalah Allah sendiri yang turun ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa. Tuhan Yesus 100% adalah manusia dan 100% adalah Tuhan. Jadi sifat-sifat yang di miliki Allah juga dimiliki oleh Tuhan Yesus Kristus, karena Yesus Kristus adalah Allah. (Yohanes 1:1-18)
Allah sendiri telah turun ke dunia ini yang mewujudkan diriNya melalui Anak-Nya Yesus Kristus dapat kita baca dalam :
Yohanes 14:9
Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus; namun engkau tidak mengenal Aku? Barang siapa telah melihat aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukanlah Bapa itu kepada kami.
Ibrani 1:3a
Ia adalah cahaya kemulian Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan FirmanNya yang penuh kuasa….
Nubuat tentang kelahiran Tuhan Yesus telah ada beratus-ratus bahkan beribu-ribu tahun sebelum Tuhan Yesus sendiri lahir. Ada lebih 330 referensi yang menubuatkan kehidupan Kristus: kelahiran, pelayanan, kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya. Berikut beberapa nubuat tersebut:
Yesaya 7:14
Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan ia akan menamakan Dia Imanuel. 


Mikha 5:1
Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil diantara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiKu, seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.
Kenapa Allah harus menjelma mengambil rupa sebagai manusia?
1. Karena manusia telah jatuh kedalam dosa sehingga semua orang harus mati karena upah dosa adalah maut.
2. Hanya manusia yang kudus dan suci yang bisa menebus dosa manusia yang lainnya, dan tidak ada manusia di bumi yang memenuhi syarat itu selain dari pada Tuhan Yesus sendiri. (Sehingga tidak ada hukum yang tidak digenapi)
3. Hanya Allah sendiri yang dapat menebus dosa manusia.
Jadi upah dosa yang seharusnya kita tanggung sendiri itu oleh karena kasih-Nya Dia rela melepaskan rupa Allah dan menjadi sama dengan kita untuk menanggung dosa yang seharusnya kita tanggung agar kita memperoleh keselamatan di dalam Dia sehingga tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus.
Roma 8:1-2
Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut.
Di dalam Yesus kita mendapat keselamatan
Roma 10:9-10
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Didalam Yesus kita mendapat kehidupan baru
Kisah Para Rasul 17:28
Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada….
1 Yohanes 5:11-12
Dan inilah kesaksian itu : Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam AnakNya. Barang siapa memiliki anak, ia memiliki hidup; barang siapa tidak memiliki Anak ia tidak memiliki hidup.
Di dalam Yesus kita menjadi “Ciptaan Baru”
II Korintus 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
Di dalam Yesus Kristus kita dibenarkan
II Korintus 5:21
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
B. Alkitab VS Alquran
Setelah kita mengetahui Yesus Kristus itu Tuhan sekarang kita akan bahas tentang pengampunan dosa menurut Alkitab dan Alquran. Namakah yang merupakan kebenaran. Jadi setelah kita bahas akan kelihatan mana yang merupakan Firman Tuhan dan karangan manusia.
Pertama kita mengetahui ada konsep tentang 2 kondisi atau ‘tempat abadi’ setelah kehidupan di dunia ini yg dikenal para umat yaitu surga dan neraka. Surga atau Firdaus atau apapun istilahnya adalah bagi mereka yg ‘lulus’ dalam menjalani kehidupan di dunia. Neraka atau apapun istilahnya adalah bagi mereka yg ‘gagal’ dlm menjalaninya.
Dlm konsep tsb dikenallah apa yg disebut ‘dosa’ Pengertian umumnya adalah pelanggaran perintah Tuhan (termasuk larangan dsb) akan membuat kondisi berdosa pada org yg melakukannya definisinya sedikit bervariasi antara ajaran yg satu dgn lainnya Kedua ada pertanyaan:
1. Apakah boleh ada dosa dlm Surga?
Maka Kristen dan Islam akan menjawab tidak. termasuk di dlmnya Konsekuensinya siapapun yg dlm kondisi berdosa tdk dpt masuk di dlm Surga. Nah jika manusia yg pd dasarnya setiap hari berbuat dosa, entah sadar atau tdk sengaja, lalu mati maka karena dosa tsb maka tdk akan dpt diterima dlm Surga Krn tdk boleh ada dosa di sana, Tuhan adalah Mahakudus, kekudusanNya termasuk Surga adalah mutlak tdk dpt ditawar2 lg Kalau bgtu tdk seorg pun dpt layak masuk Surga dong? Dalam kondisi ‘ideal’ tanpa ‘kompensasi apapun dr kemurahan Tuhan memang demikian.
2. Lalu Quran bilang ‘Bgmn dgn pahala?’
Konsep pahala dan dosa scr umum oleh org2 dikatakan bhw jika seseorg berbuat bnyk kebaikan dsb shg pahalanya lbh besar dr dosanya (timbangan pahala lbh berat drpd dosa) maka dia akan dimasukkan ke dlm Surga Hal ini nampaknya indah, mendorong manusia berbuat amal kebaikan, ibadah dsb supaya dpt mengumpulkan pahala yg lbh ‘banyak’ dan lbh ‘berat timbangannya’ dr dosa2 nya Tetapi apakah amal kebaikan yg mendapatkan pahala berarti menghapuskan dosa?
Jawabnya adalah: ‘tidak’ Maka konsekuensinya siapapun dgn pahala sebesar apapun krn tdk bersifat menghapus dosa maka Surga tdk akan dpt dimasuki, krn kondisi berdosa masih ada.
3. Alkitab menjawab Bagaimana dgn pengampunan dosa?
Bukankah Tuhan itu Maha Pengampun, Maha Pengasih?
Konsep yg diakui sebagian besar umat bhw Tuhan berkuasa dan pengampunanNya lah yg menghapus dosa manusia.
Maka muncullah ‘kontradiksi’: Tuhan adalah Maha Adil, tidaklah ada keadilan yg dilanggar Tuhan sendiri Karena hukum dr Tuhan sendiri yg menyatakan bahwa dosa konsekuensinya adalah hukuman maka tdk ada dosa yg dpt dihapus begitu saja tanpa hukuman dilaksanakan Tidak pernah terjadi bhw Tuhan mengingkari keadilan, karena Dia adalah Maha Adil Tidak akan pula Tuhan tdk memberikan pengampunan atas dosa manusia, karena Dia adalah Maha Pengampun.
4. Bagaimana ini, kok jd serba salah?
Maka Quran bilang lagi bukankah ada konsep ‘api penyucian’, ada pula konsep bhw semua harus ke neraka dulu menanggung hukuman untuk menghapus dosa2 nya dan konsep2 serupa lainnya yg bervariasi detailnya antar ajaran? Nah stlh ‘impas’ maka suci atau kuduslah dia krn dosa2 nya telah dilebur seluruhnya Nah dgn konsep tsb seolah2 masalah terjawab sudah Apakah demikian?
Sungguh sayang, jawabnya: `tidak` Konsep tsb mengingkari kekekalan neraka: suatu saat maka ketika dosa terakhir dilebur maka neraka akan kosong. Nampaknya ideal bukan: indahnya kalau semua masuk Surga Apakah demikian?
Sungguh sayang, jawabnya: `tidak lagi`
“Loh kenapa ?” “Apalagi masalahnya?”
Bukankah keadilan sudah dipenuhi? Dengan masuk neraka dulu baru masuk surga?
Nah pertanyaan ini yg harus dijawab: ‘Kalau seseorang dinyatakan berdosa apakah tubuh jasmani, raga atau apapun istilahnya yg fana sifatnya yg berdosa, ataukah jiwa, roh atau apapun istilahnya, yg kekal sifatnya yg berdosa?’
Jawabnya adalah: yg bersifat kekal itulah yg berdosa
Jika yg bersifat fana yg berdosa, maka dosa itu juga akan fana pula Begitu pupus, hilang lenyap yg fana itu, maka pupus pula dosanya krn yg berdosa telah hilang lenyap. Tetapi jika yg bersifat kekal yg berdosa, maka dosa itu juga adalah kekal dan konsekuensinya hukumannya pun adalah kekal. Mengapa dikatakan dosa adalah kekal?
“Karena berdosa tdk ada masa kadaluwarsanya”
Tidak ada misalnya ‘Oh, kamu berbuat begitu maka kmu berdosa selama setahun’ atau ‘Wah, dosa kamu setara dgn di neraka 30 thn’ Dosa hanya dpt dihapuskan dgn pengampunan Tuhan yg adalah Maha Pengampun dan juga sekaligus Maha Adil.
Hal tsb pula yg memupuskan konsep ‘api penyucian’ ataupun menjalani hukuman di neraka dulu untuk melebur dosa Krn sifat dosa adalah kekal berarti menjalani hukuman kekal.
5. Lalu bgmn dong?
Kita ingat kembali uraian di atas bhw Tuhan berkuasa menghapus dosa melalui pengampunanNya tetapi Tuhan tdk akan melanggar keadilan Prinsip suatu pengampunan adalah: pihak yg mengampuni adalah pihak yg menanggung kerugian dgn sukarela Dlm kehidupan manusia, contoh ilustrasinya adalah dlm kondisi seseorang memaafkan kesalahan org lain — contoh sederhana jika si A memukuli si B, dan kmd si B memaafkan si A, maka ‘dosa’ si A kepada si B ‘dihapus’, si B adalah dgn sukarela menanggung kerugiannya Memaafkan adalah bentuk ‘pengampunan’ yg terbatas, yg tdk sempurna.
Tuhan adalah Maha Adil, Maha Pengampun, juga Maha Pengasih Adilkah Tuhan jika hukuman atas dosa seseorg atau seluruh manusia ditanggung manusia masing2?
Jawabnya adalah: ya
Adilkah Tuhan jika hukuman atas dosa seseorang atau seluruh umat manusia diampuni dlm arti dihapus begitu saja, toh Dia adalah Tuhan, siapa berani protes?
Jawabnya adalah: tidak
Maka karena Tuhan adalah Maha Adil maka hukuman atas dosa manusia tetap dilaksanakan untuk pengampunan dosa seluruh umat manusia karena Tuhan adalah Maha Pengampun
Oleh: Tuhan, melalui FirmanNya yg menjadi manusia (Yohanes 1:14)
6. Mengapa FirmanNya menjadi manusia?
Karena dosa manusialah yg diampuniNya, yg dihapusNya, maka dlm manusia pulalah tanggungan hukuman dan penebusan dilakukan sehingga tidak ada kebenaran yg tdk digenapiNya
7. Mengapa tidak malaikat atau makhluk surgawi lainnya atau manusia yg diberikan kuasa luar biasa yg melakukannya?
Krn tdk akan memenuhi Maha Adilnya Tuhan — Tuhan yg mengampuni dosa, menghapuskan dosa maka kerugiannya ada pada pihak yg memberi pengampunan
Juga karena tdk ada selain Tuhan yg mampu, krn kalau malaikat atau makhluk surgawi atau manusia mampu menanggungnya, maka mereka pun dpt mengampuni dan menghapus dosa. Maka tdk ada selain Tuhan yg dpt mengampuni dosa Maka manusia hanya dpt sebatas memaafkan. Maka penebusan dan keselamatannya adalah karunia, sesuatu yg dianugerahkan oleh Tuhan bukan karena usaha apapun dr manusia, tetapi 100% karena besarnya kasihNya kepada umat manusia, krn Tuhan adalah Maha Pengasih.
Jadi kesimpulannya sudah jelas.. pembaca dapat menyimpulkan sendiri yang mana merupakan Firman Tuhan dan karangan manusia. Jadi kalo ada yang bilang Alkitab itu karangan manusia itu namanya tidak tahu malu. Semoga penjelasan ini bermanfaat buat yang membacanya. Tuhan Yesus memberkati.
 Semoga bermanfaat,
Yesus Kristus adalah Tuhan dan Raja

Yesus Kristus Tuhan, Yesus  Kristus, Yesus, Tuhan, Tuhan Yesus, Gambar Tuhan Yesus, Gambar Yesus

Feed and RSS