Pria sejati tanggung jawap Pria

 Tanggung Jawab Pria
Camp Pria sejati


Salam. 1 2 3. yes  PRIA SEJATI : YES.....YES.....YES......
Kor 16:13 ” Berjaga-jagalah! Berdirilah dengan teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki-laki! Dan tetap kuat! Pendahuluan: Kenapa Pria harus mempunyai tanggung jawab atas kehidupan di dunia ini, penyebabnya adalah ketika Pria pertama Adam, sebagai penyebab dosa pertama lahir di dunia ini setelah bersama-sama wanita yaitu Hawi
a makan buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat (buah terlarang), walaupun kita tahu bahwa Hawalah yang pertama kali memakan buah tersebut kemudian memberikannya kepada Adam, setelah di bujuk oleh ular yaitu si iblis tetapi itu semua tidak terlepas dari kesalahan Adam. Akibat dari kejadian tersebut manusia jatuh ke dalam dosa dan terputuslah hubungan kekalan manusia dengan Allah. Adam jauh sebelum Hawa makan buah terlarang di dalam Kej. 2:16-17 telah menerima perintah dari Allah tentang larangan memakan buah tersebut. Dan pada waktu mereka memakan buah tersebut Adam ada bersama-sama dengan Hawa tapi tidak berusaha mencegahnya melainkan hanya berdiam diri saja. Lihat Kej. 3:6 dan 17. Ada berapa banyak Pria, seperti saudara dan saya yang cenderung berdiam diri dan tidak bertindak sesuai Firman Allah ketika dosa itu datang menghampiri kehidupan kita dan lebih tragis lagi yang sudah mengerti dan sering mendengar tentang Kebenaran Firman tapi tidak ada perubahan dalam kehidupannya. Hal semacam ini saya sebut dengan istilah “PRIA BEBAL”, karena menurut saya masih lebih bagus ketemu “PRIA BODOH” dalam istilah yang saya pake karena di dalam Alkitab kita juga sering menemukan istilah-istilah ini: BODOH, BEBAL, DEGIL dsb. Pria yang BODOH, mungkin masih bias di kasih tahu tentang Kebenaran contoh: 1+1 yang tadinya mungkin dia menjawab 3 atau 5 ketika di beri tahu jawabannya 2, Pria ini masih bisa mengerti dan mengikuti kebenaran itu.

Tapi kalau PRIA yang BEBAL, sudah keras kepala, tidak mau mendengar nasihat dan selalu merasa diri benar dan mau menang sendiri. Nah ini yang repot, pria-pria seperti inilah yang harus berubah menjadi Pria yang bertanggung jawab. Ada 4 (empat) tanggung jawab dasar Pria yang akan kita bahas dalam Firman kita pada saat ini: 1. Tanggung jawab Pria atas dosa-dosanya sendiri (Ref. kita bisa lihat dalam 1 Kor 10:1-11, dosa-dosa yang sering dilakukan oleh Pria, yang terjadi pada bangsa Israel ketika mereka berada dalam perjalanan menuju tanah perjanjian) A. Mengaku dosa (1 Yoh 1:9) B. Saling mengaku dosa (Yak 5:16a) C. Bertobat (Kis 17:30) D. Di baptis (Kis 2:38) à lahir baru seperti Bayi, Matius 18:2-4. E. Memperoleh pengampunan dan segala dosa disucikan. (Yes 1:18) F. Beberapa contoh Tokoh dalam Alkitab yang jatuh ke dalam dosa: i. Saul jatuh dalam pelayanan (I Samuel 13) ii. Daud jatuh dalam dosa perzinahan dan pembunuhan (2 Samuel 11) iii. Salomo jatuh dalam penyembahan berhala (I Raja-raja 11) iv. Dari ketika Tokoh ini hanya Daudlah yang kemudian mengakui dosa-dosanya dan diampuni oleh Allah (lihat Mazmur 51) 2. Tanggung Jawab sebagai IMAM (I Petrus 2:9-10) Imamat yang Rajani, yaitu kitalah sebagai orang-orang terpilih yang berfungsi sebagai imam yang bertanggung jawab pada jemaat/umat Tuhan yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Sebagai Pria, yang paling terkecil adalah tanggung jawab kita kepada keluarga yaitu sebagai Iman/Kepala yang membawahi Istri dan Anak bagi yang sudah berkeluarga dan bagi mereka yang nanti akan memasuki jenjang keluarga ini adalah persiapan untuk saudara. Dalam bahasa yunani Imam/Kepala itu adalah KEPHALE yang artinya SUMBER, PENOPANG, jadi sebagai kepala saudara adalah merupakan sumbernya dan sekaligus penopang dalam keluarga. Coba saudara bayangkan kalau sumber dan penopang ini menjadi hancur? Bagaimana nasib keluarganya? Tugas utama Imam adalah: 1. Berdoa (1 Tim 2:8) 2. Mendengar (Kel. 4:24-25, ketika Musa tidak mendengar/mematuhi perintah Allah untuk mensunatkan anaknya, untung Zipora yang adalah istri Musa, langsung bertindak dan menyelamatkan nyawa Musa) 3. Melayani (Ibrani 5:1-3, 7:27) dan (Imamat 9:22b) 4. Sebagai pemegang otoritas atas keluarga, yang artinya semua keputusan ada ditangan Pria jangan di wakilkan. Hal-hal ini juga dilakukan oleh IMAM BESAR kita yang agung YESUS KRISTUS (Ibrani 7 & ’8) kita bisa melihat semua ini didalam karyaNya dalam Injil. 3. Tanggung Jawab sebagai NABI. Tugas para Nabi dalam Alkitab khususnya Perjanjian Lama adalah sebagai penyampbung lidah Allah, dalam menyampaikan Firman dan Perintah Allah kepada umatNya. Disamping hal tersebut Nabi juga melakukan Nubuatan sesuai dengan kehendak Allah. Nabi-nabi yang kita kenal begitu banyak: Samuel, Yesaya, Yehezkial, Gad, Nathan, Elia dan masih banyak lagi. Tugas yang satu ini adalah penting sebagai Pria, harus mencerminkan sikap seperti Nabi sebagai penyambung lidah dan menyampaikan Firman Allah (Nubuat: menyelidiki dan menyingkapkan kebenaran Firman Allah dalam Alkitab, bukan bernubuat baru) Hal ini berguna: - Sebab itu kita harus mengerti Firman Allah sebelum menyampaikan Firman itu (dengan mendengar dan merenungkan Taurat/Firman siang dan malam) - Berbahagialah orang yang mendengar dan melakukan Firman Allah. - Mengarahkan dan membimbing keluarga dengan Firman. - Menjadi “Saksi” Firman dimana saya saudara berada (Kis 1:8) 4. Tanggung jawab sebagai Pemimpin/Raja. Sebagai Pria kita mempunyai tanggung jawab yang tinggi yaitu sebagai Pemimpin bahkan sebagai Raja, seperti yang di janjikan Tuhan bahwa kita akan memerintah dunia bersama-sama dengan Raja di atas segala Raja, Tuhan kita Yesus Kristus pada akhir dunia ini. Yang paling mendasar sebagai pemimpin tugas utama kita adalah: 1. Menyediakan kebutuhan bagi keluarga kita. 2. Mengambil keputusan di dalam keluarga dan kehidupan kita. Sebagai pemimpin, Pria harus terus berdiri teguh dalam Iman dan tetap kuat dan yang lebih penting lagi harus bersikap seperti laki-laki. Dan berjaga-jagalah dan berdoa sampai Tuhan Yesus datang pada kali yang kedua. Kesimpulan: Kata bijak: MENJADI PRIA ADALAH MASALAH KELAHIRAN TETAPI MENJADI PRIA SEJATI ADALAH MASALAH PILIHAN. Ada dua jenis PRIA (Lukas 6:46-49): 1. Pria Kuat adalah Pria yang membangun rumahnya diatas Batu karang (Yesus Kristus) - Kekuatan di tentukan pada saat dia menghadapi tantangan. 1. Pria Lemah adalah Pria yang membangun rumahnya diatas Pasir (Kekuatan sendiri, hikmat dunia dan hal-hal yang bertentangan denga Firman) - Problem, Stress bahkan cenderung lari dari masalah atau cari jalan pintas. Jadi saudara kata bijak kita yang terakhir: PERUBAHAN BUKANLAH SUATU PERUBAHAN SAMPAI TERJADI PERUBAHAN. Tuhan YESUS memberkati kita semua. Amin

Pria sejati, camp pria sejati, tanggung jawab pria, artikel pria sejati, kata bijak pria sejati, pria hebat, pria kuat,ciri pria sejati, pria sejati dalam islam, kata pria sejati, kisah nyata pria sejati, pria sejati kristen, cara menjadi pria sejati, arti pria sejati dalam islam, pengertian lelaki sejati, materi camp pria sejati, menjadi pria sejati, camp pria sejati kristen, pria sejati menurut alkitab, pria sejati dalam kristus, pelayanan pria kristen, kisah sejati kristen, cinta sejati kristen, menjadi pria sejati kristen, menjadi pria sejati edwin louis cole, agar menjadi pria sejati, cara merubah pria, cara menjadi pria sejati di hadapan wanita, cara menjadi pria sejati dimata wanita, arti pria sejati, ciri pria sejati, pria sejati dalam islam, kata pria sejati, bahan firman tuhan tentang pria sejati

4 comments:

  1. syaloom Pak, numpang copas yah.. GBU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terimakasih...... G B Us

      Delete
  2. pria adalah pemimpin keluarga. Jika pemimpinnya hidup dalam kekudusan, satu keluarga akan diselamatkan

    ReplyDelete

Feed and RSS