Apa Itu Generasi Z

Apa Itu Generasi Z 


Apa Itu Generasi Z

Apa Itu Generasi Z

GENERASI-Z (Gen Z) adalah Generasi yang lahir antara tahun 1995-2010 (usia 6-21 tahun)
Gen Z adalah anak-anak atau orang yang sejak lahir sudah akrab dengan teknologi.
Artinya, teknologi sudah menjadi bagian dari hidup mereka sejak mereka lahir ke dunia. Jadi, jangan heran jika anak-anak dari Gen Z sangat mahir menggunakan teknologi apa pun.

Generasi ini berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya, seperti :
- Generasi Baby Boomer (lahir 1946-1964) usia 52-70 tahun
- Generasi X (lahir 1965-1980) usia : 36-51 tahun
- Generasi Y "Millenial" (lahir 1981-1994) usia : 22-35 tahun



Generasi - Z, disebut :
i-Generation / Generasi net/ Generasi internet
“MEDIA” membuat mereka bebas berekspresi dengan apa yang dirasa dan dipikir secara spontan.
Sejak kecil sudah mengenal teknologi (gadget canggih) yang berpengaruh langsung kepada kepribadian mereka.
Informasi untuk kepentingan pendidikan dan pribadi akan mereka akses dengan cepat
dan mudah.

-Mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet
menggunakan : ponsel, browsing dengan PC, mendengarkan musik menggunakan headset.
-Mereka menginginkan segala sesuatu serba cepat, tidak bertele-tele, tidak berbelit-belit.
-Mereka kurang dalam berkomunikasi secara verbal
-Mereka cenderung egosentris dan individualis, ingin serba instan
-Mereka tidak sabaran dan tidak menghargai proses

Generasi –Z dan pengaruh Pornografi..
Generasi ini adalah anak-anak yang luar biasa, multitasking, instan, penuh tantangan, dan bisa mengatasi tantangan itu.
Bagi mereka, everything is interesting and fun atau semua hal menarik dan menyenangkan.
Inilah yang membuat mereka betah berlama-lama di dunia maya itu.
Sementara di dunia nyata, seringkali mereka berhadapan dengan dunia yang penuh omelan, marah-marah, cap/labeling, membanding-bandingkan, dan sebagainya.

Semua kita selalu berharap memiliki keluarga yg baik, anak2 berharap memiliki hubungan yang baik dengan orang tua dan sebaliknya.
Orang tua berharap memiliki keturunan, generasi penerus yang baik, smart, memiliki masa depan yang baik, menjadi pemimpin yang baik dan takut akan Tuhan..

Tetapi sekarang, mari simak data berikut ini:
- 4 dari 100 pelajar dan mahasiswa Indonesia mengkonsumsi narkoba
- 95 dari 100 anak kelas 4, 5 dan 6 SD telah mengakses pornografi
- 93 dari 100 remaja pernah berciuman bibir
- 600.000 kasus anak-anak Indonesia hamil diluar nikah usia 10 - 11 tahun
- 2,2 juta kasus remaja Indonesia usia 15 - 19 tahun yang hamil di luar nikah
- 5 dari 100 remaja tertular penyakit menular seksual
- 3061 remaja terinfeksi HIV setiap 3 bulan
- Kasus INCEST Terjadi di 25 Propinsi pada 2014
[Rangkuman data dari BNN dan Puslitkes UI (2011), KPAI (Oktober 2013), Kemenkes (Oktober 2013), Divisi Anak dan Remaja YKBH (2014), Content Analysis berita online YKBH, (2014)]

Kasus yang lainnya :
- Remaja 17 tahun yg memperkosa 300 ayam dan 40 kambing
- Anak SD yang menjual kakak2nya yang SMP dan SMA untuk menjadi PSK
- Anak SD usia 9 tahun yg sudah melakukan aborsi
- Anak SD yang yg sdh menjadi Gay dan terlibat seks bebas
[Data setiap tahun terus mengalami peningkatan yang signifikan]

Anak-anak dalam data tersebut merupakan anak-anak yang berada dalam kondisi mental yang disebut : BLAST
B : Boring/bosan
L : Lonely/kesepian
A : Afraid & Angry - takut & marah
S : Stress
T : Tired / Capek).

Kemungkinan besar mereka merupakan korban kesalahan pengasuhan (terlalu disayang, terlalu dilindungi, orang tua yg terlalu sibuk, kurang perhatian, korban kekerasan dll)

-Mengapa dunia anak-anak itu bisa begitu mengerikan sekali?
-Apa yang sebenarnya terjadi?

saat ini Indonesia menduduki peringkat No.1 di dunia sebagai negara Pengakses Pornografi
[Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementrian Kominfo]
Kemajuan teknologi dan informasi tidak hanya memberikan dampak positif bagi suatu negara. Penyebaran pornografi dan pornoaksi di kalangan remaja, karena mudahnya mengakses internet melalui handphone maupun laptop.

Anak menjadi target utama industri pornografi karena kurangnya Perhatian..

Dr. Donald Hilton Jr, Ahli bedah otak dari Amerika Serikat
Mengatakan bahwa pornografi sesungguhnya merupakan penyakit karena mengubah struktur dan fungsi otak. Atau, dengan kata lain merusak otak.
Bagian yang paling rusak adalah Prefrontal Cortex(PFC) yang membuat anak tidak bisa membuat perencanaan, sukar mengendalikan hawa nafsu dan emosi, serta sulit mengambil keputusan dan berbagai peran eksekutif otak sebagai pengendali impuls-impuls. Bagian inilah yang membedakan antara manusia dan binatang.

Mark Kastleman, penulis buku The Drugs of the New Millenium
memberi nama pornografi sebagai visual crack cocaine(narkoba lewat mata)
Mark Kastleman juga menyebut adiksi pornografi pada anak-anak tidak terlepas dari bisnis pornografi yang memang menyasar anak-anak sebagai target pasar.
Orang kecanduan narkoba masih kelihatan, tetapi kalau kecanduan pornografi tidak kelihatan.
Anak seringkali ingin keluar dari jerat adiksi tadi tapi tidak mampu karena tidak ada yang tahu dan bisa membantunya.
Apabila anak sudah menjadi korban pornoaksi dan pornografi, maka mereka akan berimajinasi dengan penampilan yang belum pantas dilihatnya, dan akibat dari pengaruh dua penyakit tersebut membuat anak-anak dan remaja untuk mencoba hal-hal yang belum lazim di usia mereka dan juga mereka akan melakukan penyimpangan seksual sebagai pelampiasannya..

Peranan Ayah juga sangat signifikan.
Biasanya, anak-anak yang terkena adiksi ini adalah mereka yang kurang mendapat perhatian
orangtua, terutama dari “Figur Ayah”

-Anak laki-laki perlu tokoh “Ayah”nya sebagai “Contoh”
-Anak perempuan perlu tokoh “Ayah”nya untuk “Mengisi Jiwanya”

“Maka ia akan membuathatibapa-bapa berbalikkepadaanak-anaknyadan hatianak-anakkepadabapa-bapanyasupaya janganAku datangmemukulbumisehingga musnah.”
[Maleakhi, 4:6]

-Bagaimana sikap kita sebagai generasi yang lebih tua setelah mengetahui data diatas?
-Bagaimana hal tersebut bisa kita cegah terjadi pada anak dan generasi penerus kita?

.. Jaman sudah berubah
.. Rubahlah pola pikir kita
.. Kita ada di dalam Era Generasi-Z (Generasi Digital)

-Bagaimana kita mau berdiskusi dengan mereka kalau bahasa kita tidak sama..??
-Bagaimana kita mau berteman dengan mereka kalau pandangan kita tidak sama..??

-Kita tidak bisa menggunakan cara mendidik dan mengajar dengan pola yang lama..
-Jadilah Orang tua, Gembala, Guru dan Pembimbing yang mendidik, mengayomi serta mau belajar dan mengikuti perkembangan tehnologi..
(kalau kita masih mau dan bisa belajar utk memperoleh kenaikan jabatan di dalam pekerjaan kita.. seharusnya kita juga mau dan bisa terus belajar untuk mengikuti perkembangan tehnologi) supaya kita bisa masuk ke dunia mereka dan bisa melakukan pendekatan secara psikologis.

Generasi Z ini akan berlari dalam dunia mereka.. kita akan tertinggal jauh di belakang, kalau kita tidak berlari bersama mereka..

Kalau kita tidak bisa memuridkan mereka..
Dunialah yang akan memuridkan mereka..
Maka, masuklah ke dalam dunia mereka dan jadilah guru dan teman yang baik bagi mereka..

Mereka memerlukan kita..
Teruslah berdoa dan lakukan sesuatu sampai perubahan terjadi..

If you SEE something..
PRAY.. and DO something..

Blessings,
Caren -Jaringan Doa Anak

apa yang dimaksud dengan generasi z, Apa Itu Generasi Z, generasi z, 

1 comment:

Feed and RSS