Showing posts with label A Trip to hell. Show all posts
Showing posts with label A Trip to hell. Show all posts

A Trip to hell

Kesaksian A Trip to hell


Suatu Penglihatan tentang A Trip to hell dari pastor Philip Mantofa
1 Januari 2000, pukul 5.00 WIB. Saya terbangun dan terkejut. Sekeliling saya gelap dan saya tidak dapat melihat apapun. Saya tidak melihat adanya tanda-tanda kehidupan di tempat itu, kecuali suara-suara teriakan kesakitan yang lamat-lamat terdengar dari kejauhan.
“Bangun! Aku ingin menunjukkan sesuatu yang sangat penting kepadamu.” Saya tahu bahwa itu suara Tuhan Yesus. Saya bangun dan mengikuti-Nya. Ia membawa saya ke padang gurun. Sebuah perjalanan yang panjang dengan suasana mencekam. Saya tidak merasakan adanya tanda-tanda kehidupan di sana, kecuali kesunyian yang bercampur kengerian yang tak terkatakan. Sunyi, sangat tandus dan tak ada angin yang berhembus. Tenggorokan saya terasa kering karena panasnya melebihi batas normal. Di sepanjang jalan saya melihat banyak makhluk-makhluk aneh yang tak pernah saya lihat atau jumpai di bumi.



Saya tidak bisa berjalan cepat, tetapi berjalan setapak demi setapak untuk bisa sampai ke sebuah gerbang yang besar sekali sehingga ujungnya tak tampak. Saya tidak tahu pintu itu terbuat dari apa. Pintu gerbang itu tinggi sekali dan menyeramkan. Saya mendongakkan kepala untuk membaca sebuah papan nama. Kalau Tuhan tidak membantu saya, mungkin saya tidak akan pernah bisa membacanya. Tulisan itu tidak menyerupai tulisan dalam bahasa apapun di bumi, bunyinya : Valley of Torture, Lembah Penyiksaan. Saya baru menyadari dimana saya berada saat itu. Ternyata saya berada di neraka! Masih dalam keadaan shock, saya mendengar suara Tuhan di sebelah saya berkata, “Buka pintu itu!”
Saya menghela nafas panjang. Bagaimana mungkin? Akhirnya saya menaati perintah-Nya dan dengan urapan kuasa Tuhan saya menyorongkan tangan saya ke pintu gerbang itu. Cuma dengan menyentuhnya pintu gerbang besar itu terbuka dan berbunyi kkkkkkrriiiieeekkkkkkkkk. Deritnya memekakkan telinga.
Masuk ke dalam kegelapan di balik pintu gerbang besar itu, saya mencium bau busuk yang menyengat hidung. Hawa panas menyerbu saya, disusul bau daging terbakar yang membuat saya mual dan ingin muntah. Mendadak kepala saya pusing karena mengetahui bau daging apa yang sedang terbakar disana, bau daging manusia terpanggang.