Alasan Untuk mengucap syukur



Tidak ada alasan untuk tidak mengucap syukur. Amin?
Saya ingin menulis tentang tema ini. Sebelumnya saya ingin menceritakan pengalaman saya pada hari kemarin tanggal 13 Januari 2010 pada waktu kami mengadakan kunjungan.
Pada hari itu saya berkata kepada istri saya, bahwa hari ini kita akan mengadakan kunjungan pada bebrapa jemaat di anggota gereja yang kami beribadah, karena kami sudah komitmen untuk menjadi berkat bagi orang lain. Jadi waktu itu saya pulang agak cepat dari biasanya dari pekerjaan saya yaitu order barang. Saya sudah pulang lebih awal dari biasanya jam 5 atau jam 6, kali ini saya pulang sekitar jam 3 sore.
Waktu pulang saya melihat istri saya sudah menyiapkan barang barang yang akan diberikan keda jemaat yang ingin kami kunjungi. Dia sudah menyiapkan beberapa bajunya yang masih bagus bagus karena hanya dipakai beberapa kali, dan juga pakaian anak saya yang sudah agak kekecilan.

Dia katakan bahwa dia ingin memberikan kepada jemaat yang ingin kami kunjungi.
Sekitar jam 5 sore kami sudah pergi di tempat pinggiran kota palembang. rumah pertama yang kami kunjungi adalah rumah dari ibu (sebut aja namanya A). Kami harus menanyakan alamat yang dikasih, maklum sudah termasuk pingiran kota Palembang dan masuk kedalam, dan akhirnya kami bisa ketenu juga.
Ibu A mulai menceritakan kehidupannya, Saya mempunyai 4 orang anak, suami saya pulang berobat di medan karena sakit. suami saya sudah lama tidak memberikan nafkah kepada kami karena dia mengidap penyakit, dan sudah tidak bekerja lagi dan sekarang ada di medan, katanya,.
Sambil mendengar cerita ibu A saya sering mengoyangkan kaki karena , nyamuknya minta ampun ganas-ganas, soalnya dekat dengan rawa-rawa. Jadi bagaimana ibu mencukupi kebutuhan ibu setiap hari. Aku pergi berjualan sayur di pasar mulai jam 2 fajar saya sudah pergi. Jadi siapa yang jaga anak-anak? Waktu tidak ada sepupu saya saya tinggalkan anak-anak dirumah. Yang tua umur 9 yahun, terus 7 tahun, 5 tahun dan 4 tahun. Jadi saya sudah masakin mereka nasi, dan sudah siapkan diatas meja, jadi mereka bisa mengurus diri mereka sendiri, sampai aku pulang sekitar jam 10 pagi. Jadi gimana dengan yang kecil? . Ya, begitulah, bisa-bisa merekalah. jadi selama enam bulan mereka menjalani kehidupan seperti itu , sampai akhirnya sepupu saya datang dan bisa menjaga anak-anak.
Luar biasa, ibu itu harus bekerja keras berjualan harus bangun pagi, tanpa dibiayai oleh suami, dan harus tinggalkan anak-anak tanpa orang yang menjaganya, dan lagi anak-anaknya tidak rewel sama sekali. Selesai bercakap-cakap kami berdoa dan memberikan bingkisan yang sudah disipkan oleh istri saya.
Kemudian kami pergi kerumah ibu B. Rumahnya memprihatinkan, banyak atap yang bocor.
Kemudian ibu B mulai menceritakan kehidupannya. Saya mempunyai 4 anak, yang cewek sudah nikah, cowok yang tua sudah sekitar17 tahun yang kecil umur 7 tahun dan 5 tahun. Suami saya sekarang ada didalam penjara karena kasus pencurian. suami saya sering memukuli saya, suami tidak memberikan nafkah kepada kami sekeluarga. Suami dan mertua saya seorang muslim dan saya yang Kristen. saya tinggal bersama mertua saya yang sudah 84 tahun dan sudah kena penyakit stroke.
Jadi bagaimana ibu mencukupi kebutuhan ibu dan keluarga?
Saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. saya berangkat jam 7 pagi dan pulang sekitar jam 5 sore. sebelum saya berangkat saya sudah memasak nasi sekitar 1 kg untuk kebutuhan mereka sehari. JAdi tidak pake lauk? Kalu mereka mau, mereka bisa masak kangkung yang ada disebelah, atau anak saya mancing.
Wah dalam hati bagaimana dia bisa mencukupi kebutuhan keluarnganya dengan hanya mengadalkan pekerjaan nya sebagai pembantu rumah tangga. Paling gaji nya hanya sekitar 300 ribu rp. Tapi itulah Tuhan bisa memelihara umatNya yang selalu berserah padaNya.
Jadi kami berdoa, menguatkan dan memberikan bingkisan dan untuk anaknya dan untuk ibu yang sudah dipersiapkan oleh Istri saya.
Waktiu pulang saya berkata pada istri saya: kita sudah banyak mengalami banyak masalah dan susah tapi masih ada orang lagi lebih susah dari kita.
Dari cerita saya diatas, Itulah alasan terpenting mengapa kita harus bersyukur, KArena masih ada orang yang lebih susah, lebih banyak masalah, dll, dari kita sekarang, Jangan hanya melihat yang diatas terus, lihat juga yang dibawah, Kalu anda sekarang membaca artikel ini Anda patut bersyukur karena, masih ada orang yang tidak mengerti internet, berarti anda lebih dari mereka. Baru-baru ini saya juga melihat di TV tentang seorang anak yang berumur 6 tahun mengurus mamanya, karena mamanya lumpuh sjak kecelakaan. Jadi anaknya yang memasak, mencari kayu bakar , mencari beras dan lainlain untuk melangsungkan kehidupan mereka. Luar biasa. Apakah kita bisa menjadi seperti anak tersebut.?
Itulah sebabnya tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur. Kita harus mengucap syukur setiap saat. Alasan orang Israel berada di padang gurun selama 40 tahun, karena mereka tidak mengucap syukur dan selalu bersunggut sunggut, sebenarnay mereka bisa menempuh perjalanan hanya dalam 40 hari saja, tapi karena mereka masih memiliki cara hidup mesir dan hidup tidak bersyukur sehingga mereka hanya berputar-putar di padang belantara slama 40 tahun. Jadi hanya mereka yang lahir di padang gurun yang masuk ketanah perjanjian, selain Yosua dan kalep. Mau kita berputar putar dalm kehidupan kita ini? JAngan. Tuhan punya rencana yang besar dalam hidup kita. Lihat didepan kita ada suatu proyek yang besar yang Tuhan siapkan untuk kita. Amin. Setiap kita spesial di mataNya. Tinggal kita yang mengambil dan mau bersyukur padaNya apa yang diberikan pada kita.
Demikian tulisan ku ini semoga bermanfaat.
Syolom.
Bersama Kristus kita melangkah menuju sukses

No comments:

Post a Comment

Feed and RSS